Menghidupkan Sunnah: Adab dan Doa Berbuka Puasa yang Sesuai Syariat
Momen berbuka puasa adalah salah satu waktu yang paling membahagiakan bagi seorang mukmin, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW. Namun, kegembiraan ini harus dibungkai dengan adab-adab islami agar keberkahannya sempurna. Sunnah pertama yang sangat ditekankan adalah menyegerakan berbuka (ta'jilul fithri) begitu azan maghrib berkumandang. Hal ini menunjukkan kepatuhan kita pada batasan waktu yang telah ditetapkan Allah. Rasulullah mencontohkan berbuka dengan ruthab (kurma basah) atau air putih, yang secara medis terbukti mampu mengembalikan kadar gula darah dan hidrasi tubuh secara cepat dan sehat. Satu hal yang sering menjadi perdebatan adalah mengenai lafaz doa berbuka puasa. Meskipun doa "Allahumma laka shumtu..." sangat populer, terdapat doa lain yang bersumber dari hadits yang shahih yaitu: "Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insya Allah" (Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah). Membaca ...